Berdasarkan mandat yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (“DKI Jakarta”) No. 1 tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (“Peraturan 1/2024”)[1] dan dalam upaya meringankan beban wajib pajak sehubungan dengan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (“PBB-P2”), Gubernur DKI Jakarta (“Gubernur”) memutuskan untuk memberlakukan berbagai keringanan, pengurangan dan pembebasan PBB-P2 (secara bersama-sama disebut “Fasilitas Perpajakan”) untuk periode tahun 2024 melalui penerbitan Peraturan No. 16 tahun 2024 (“Peraturan 16/2024”), yang berlaku sejak 4 Juni 2024.[2]
......