Pendahuluan
Informasi kini menjelma sebagai komoditas utama di pasar, karena bisnis, pemerintah, dan masyarakat umum menjadi semakin bergantung dalam penggunaannya serta bekerja di lingkungan yang semakin padat akan arus informasi dibandingkan beberapa dekade lalu.[1] Akibat fenomena ini, informasi dan data itu sendiri menjadi rentan terhadap berbagai persoalan hukum, di antaranya kebocoran data dan penipuan.[2]
Meski demikian, untuk menjamin keamanan informasi atau data elektronik di dunia digital saat ini memang tidak semudah itu. Jumlah insiden dunia maya yang tercatat pada pertengahan tahun 2022 meningkat sebesar 42% dari tahun 2021.[3] Badan Siber dan Sandi Negara (“BSSN”) menyatakan bahwa Indonesia mengalami 976.429.996 serangan siber pada tahun 2022, yang sebagian besar berupa insiden malware dan kebocoran data.[4]
......