Pendahuluan
Selama beberapa bulan terakhir, Kebakaran Hutan dan Lahan (“Karhutla”) telah terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Kalimantan, dengan situasi yang semakin meningkat pada Agustus 2026.[1] Kebakaran tersebut telah menimbulkan kabut asap yang berdampak pada wilayah permukiman dan, dalam kasus tertentu, menyebar melintasi batas negara ke negara-negara tetangga.[2] Peningkatan risiko Karhutla tersebut terjadi bersamaan dengan musim kemarau dan fenomena El Niño yang sangat kuat, yang berkontribusi terhadap berkurangnya curah hujan dan semakin keringnya kondisi di sebagian besar wilayah Indonesia.[3]
......