Pendahuluan
Seiring dengan upaya negara-negara di seluruh dunia dalam mengembangkan perencanaan kota modern dan pertumbuhan infrastruktur, permintaan akan tanah yang terus meningkat telah menjadi masalah kritis. Masalah ini, beserta kelangkaan permukaan tanah yang semakin parah dan pemanfaatan ruang bawah tanah, telah menjadi topik yang sangat relevan di Indonesia sebagai solusi atas kekurangan permukaan tanah yang tersedia.
Didorong oleh tuntutan fungsional, pengembangan kota modern, termasuk Jakarta, mendorong pertumbuhan dalam hal properti dan infrastruktur bawah tanah, yang meliputi jalan tol, stasiun Moda Raya Terpadu (“MRT”), basement, dan terowongan utilitas. Menurut International Society of City and Regional Planners (“ISOCARP”), pengembangan dan pemanfaatan ruang bawah tanah menawarkan berbagai keuntungan bagi kota-kota yang menghadapi kelangkaan tanah, meliputi:[1]
......