Berbagai kemudahan pengimporan bahan baku dan/atau bahan penolong (secara bersama-sama disebut “Bahan”) kini tersedia bagi badan usaha yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (“NIB”) yang secara efektif berfungsi sebagai Angka Pengenal Importir – Produsen (“API-P”). Kemudahan tersebut diperkenalkan untuk memastikan bahwa Bahan impor tidak diperjualbelikan atau dipindahtangankan kepada pihak lain agar tidak mengganggu perekonomian nasional. Dalam rangka pembangunan ekonomi, pengimporan Bahan tidak hanya dapat dilakukan oleh badan usaha yang NIB-nya berfungsi efektif sebagai API-P (“Pemegang API-P”), tetapi juga dapat dilakukan oleh badan usaha yang menggunakan NIB-nya sebagai Angka Pengenal Importir – Umum (“API-U”).[1]
......