Pendahuluan
Pada tahun 1997, musisi terkenal dunia David Bowie menerbitkan obligasi senilai US$55 juta berdasarkan pendapatan masa depannya dari hak atas kaset master dan katalog penerbitannya. Konsep “Bowie Bonds” ini kemudian diikuti oleh seniman lain dan pada akhirnya memulai era sekuritisasi kekayaan intelektual (intellectual property – “IP”).[1] Selama bertahun-tahun, praktik penggunaan aset IP untuk mendapatkan akses ke kredit telah mendapatkan perhatian yang meningkat[2] dan berbagai negara (termasuk Singapura, India, Korea Selatan dan Cina) juga telah memfasilitasi dan menetapkan peta jalan dan kebijakan tentang penggunaan IP sebagai jaminan yang memenuhi syarat untuk mendapatkan pembiayaan.[3]
......