Untuk mengoptimalkan kontribusi Devisa Hasil Ekspor dari Barang Ekspor Sumber Daya Alam(“DHE-SDA”) bagi ekonomi Indonesia, Bank Indonesia (“BI”) telah menerbitkan Peraturan No. 21/3/PBI/2019 tentang Penerimaan Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam (“PBI 3/2019”).[1]
Dari perspektif hukum, PBI 3/2019 berfungsi sebagai kerangka lebih spesifik di bawah Peraturan BI No. 16/10/PBI/2014 tentang Penerimaan Devisa Hasil Ekspor dan Penarikan Devisa Utang Luar Negeri, sebagaimana diubah oleh Peraturan BI No. 17/23/PBI/2015 (secara bersama-sama disebut sebagai “PBI 10/2014”).[2] Jika PBI 3/2019 secara khusus mengatur ketentuan mengenai DHE-SDA, penerimaan devisa hasil ekspor (“DHE”) lainnya diatur oleh PBI 10/2014.[3]
......