Pendahuluan
Sektor manufaktur Indonesia tetap menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Sayangnya, saat ini Indonesia tengah berada dalam fase yang dipenuhi sinyal-sinyal ekonomi yang beragam. Di satu sisi, terdapat kekuatan struktural yang cukup solid dalam perekonomian. Namun di sisi lain, masih terdapat titik-titik perlambatan dalam perekonomian, gangguan rantai pasok, dan gesekan regulasi yang terus berlangsung dan berdampak nyata terhadap operasional bisnis serta pengambilan keputusan investasi. Sektor manufaktur menyumbang sekitar 19% terhadap PDB Indonesia, menjadikannya salah satu sektor non-komoditas yang paling krusial di negara ini.[1] Sektor ini mencakup perusahaan-perusahaan besar, serta berbagai unit usaha kecil yang tersebar luas, terutama dari kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
......