| Issue Number : 770

Industri Nikel Indonesia: Tinjauan Kerangka Hukum

Pendahuluan

Presiden Joko Widodo dikabarkan telah membahas prospek kerja sama terkait industri nikel dalam pertemuan yang banyak diberitakan dengan Elon Musk, CEO Tesla Motors dan SpaceX ternama dunia yang baru-baru ini diadakan di Boca Chica, Amerika Serikat.[1] Pertemuan tersebut dikaitkan oleh banyak pihak dengan upaya berkelanjutan Indonesia untuk mendapatkan investasi, khususnya mengenai penggunaan nikel sebagai komponen utama dalam pembuatan baterai kendaraan listrik.[2] Meskipun Tesla Motors saat ini mengalihkan rantai pasokannya dari penggunaan bijih limonit dan kobalt-nikel ke lithium besi fosfat,[3] permintaan bijih nikel diperkirakan akan meningkat sebanyak 250 juta ton per tahun pada tahun 2025 menurut Meidy K. Lengkey, Sekretaris Jenderal Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI).[4] Tren ini, didorong oleh Perjanjian Paris dan target energi baru dan terbarukan, juga diakselerasi oleh perusahaan pertambangan batubara besar, yang akhir-akhir ini melakukan ekspansi bisnis dan berinvestasi di industri hulu dan hilir nikel.[5]

......

Subscribe to read more legal analysis.

Hukumonline Pro Intelligence

Platform AI hukum terpercaya sebagai solusi komprehensif riset Anda

professionalprofessionalProfessional Solutions
professionalprofessionalUniversity Solutions
*Syarat dan ketentuan berlaku

Pendahuluan

Presiden Joko Widodo dikabarkan telah membahas prospek kerja sama terkait industri nikel dalam pertemuan yang banyak diberitakan dengan Elon Musk, CEO Tesla Motors dan SpaceX ternama dunia yang baru-baru ini diadakan di Boca Chica, Amerika Serikat.[1] Pertemuan tersebut dikaitkan oleh banyak pihak dengan upaya berkelanjutan Indonesia untuk mendapatkan investasi, khususnya mengenai penggunaan nikel sebagai komponen utama dalam pembuatan baterai kendaraan listrik.[2] Meskipun Tesla Motors saat ini mengalihkan rantai pasokannya dari penggunaan bijih limonit dan kobalt-nikel ke lithium besi fosfat,[3] permintaan bijih nikel diperkirakan akan meningkat sebanyak 250 juta ton per tahun pada tahun 2025 menurut Meidy K. Lengkey, Sekretaris Jenderal Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI).[4] Tren ini, didorong oleh Perjanjian Paris dan target energi baru dan terbarukan, juga diakselerasi oleh perusahaan pertambangan batubara besar, yang akhir-akhir ini melakukan ekspansi bisnis dan berinvestasi di industri hulu dan hilir nikel.[5]

......

Subscribe to read more legal analysis.

Hukumonline Pro Intelligence

Platform AI hukum terpercaya sebagai solusi komprehensif riset Anda

professionalprofessionalProfessional Solutions
professionalprofessionalUniversity Solutions
*Syarat dan ketentuan berlaku
2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info