Pendahuluan
Selama beberapa abad terakhir, dunia telah mengalami transisi agresif ke perdagangan global, yang pada akhirnya menghasilkan sejumlah besar barang dan jasa yang diimpor dan diekspor dalam skala dunia. Perdagangan global ada di berbagai titik di sepanjang rantai nilai produk, termasuk perdagangan barang bekas, produk masa akhir (end of life), bahan sekunder dan limbah, serta perdagangan layanan terkait.[1] Pemerintah sering kali mengenakan tarif pada perdagangan barang dan jasa lintas batas ini, yang selanjutnya mempengaruhi pola perdagangan, produksi dan konsumsi, serta kesejahteraan negara dan mitra dagang mereka.[2] Selama masa awal perdagangan global, pengenaan tarif menggunakan daftar sederhana barang dan jumlah yang harus dibayar, yang biasanya ditetapkan sehubungan dengan pengiriman atau kuantitas atau sebagai persentase nilai.[3] Namun, dengan jangkauan dan kompleksitas barang yang terus meningkat, permintaan perdagangan global untuk informasi terperinci juga telah tumbuh dan sekarang mencakup data tentang pola perdagangan internasional.[4]
......