Sebagai latar belakang, hasil tembakau, termasuk hasil pengolahan tembakau lainnya (“HPTL”), sebelumnya diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (“Menteri”) No. 198/PMK.010/2020 (“Peraturan 198/2020”).[1] Namun, dalam rangka menampung kebutuhan hukum tarif cukai hasil tembakau berupa rokok elektrik (“Rokok Elektrik”) dan HPTL, Menteri secara khusus telah menerbitkan Peraturan No. 193/PMK.010/2021 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau Berupa Rokok Elektrik dan Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (“Peraturan 193/2021”).[2] Sedangkan pengaturan tarif cukai untuk hasil tembakau lainnya secara khusus diatur dalam Peraturan Menteri No. 192/PMK.010/2021 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau Berupa Sigaret, Cerutu, Rokok Daun atau Klobot, dan Tembakau Iris (“Peraturan 192/2021”).[3]
......