| Issue Number : 3155

Menteri Tambah Kategori Barang Tidak Dipungut Cukai Baru

Menteri Keuangan (“Menteri”) telah menerbitkan Peraturan No. 59/PMK.04/2017 tentang Tidak Dipungut Cukai (“Peraturan 59/2017”). Peraturan 59/2017 menambah kategori barang tidak dipungut cukai serta menyederhanakan prosedur pemanfaatan barang kena cukai sebagai bahan baku dalam pembuatan barang kena cukai lain.
 
Sebelum terbitnya Peraturan 59/2017, barang tidak dipungut cukai telah diatur dalam Peraturan Menteri No. 237/PMK.04/2009 dengan judul yang sama (“Peraturan 237/2009”) dan dalam Pasal 27A Peraturan Menteri No. 109/PMK.04/2010tentang Tata Cara Pembebasan Cukai, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri No. 40/PMK.04/2014 (secara bersama-sama disebut sebagai “Peraturan Terdahulu”).
 
 
Barang Tidak Dipungut Cukai
 
Peraturan 59/2017 membagi barang tidak dipungut cukai dalam beberapa kategori, sebagaimana dijabarkan dalam tabel berikut:
......

Subscribe to read more legal analysis.

Hukumonline Pro Intelligence

Platform AI hukum terpercaya sebagai solusi komprehensif riset Anda

professionalprofessionalProfessional Solutions
professionalprofessionalUniversity Solutions
*Syarat dan ketentuan berlaku
Menteri Keuangan (“Menteri”) telah menerbitkan Peraturan No. 59/PMK.04/2017 tentang Tidak Dipungut Cukai (“Peraturan 59/2017”). Peraturan 59/2017 menambah kategori barang tidak dipungut cukai serta menyederhanakan prosedur pemanfaatan barang kena cukai sebagai bahan baku dalam pembuatan barang kena cukai lain.
 
Sebelum terbitnya Peraturan 59/2017, barang tidak dipungut cukai telah diatur dalam Peraturan Menteri No. 237/PMK.04/2009 dengan judul yang sama (“Peraturan 237/2009”) dan dalam Pasal 27A Peraturan Menteri No. 109/PMK.04/2010tentang Tata Cara Pembebasan Cukai, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri No. 40/PMK.04/2014 (secara bersama-sama disebut sebagai “Peraturan Terdahulu”).
 
 
Barang Tidak Dipungut Cukai
 
Peraturan 59/2017 membagi barang tidak dipungut cukai dalam beberapa kategori, sebagaimana dijabarkan dalam tabel berikut:
......

Subscribe to read more legal analysis.

Hukumonline Pro Intelligence

Platform AI hukum terpercaya sebagai solusi komprehensif riset Anda

professionalprofessionalProfessional Solutions
professionalprofessionalUniversity Solutions
*Syarat dan ketentuan berlaku
2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info