Dewan Perwakilan Rakyat telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani (“RUU Petani”) pada tanggal 9 Juli 2013.[1] Rancangan ini bertujuan melindungi dan memberdayakan petani Indonesia dengan objektif utama sebagai berikut (Pasal 3, RUU Petani):
a. Mendorong kemandirian petani dengan meningkatkan kesejahteraan dan kualitas kehidupan mereka;
b. Mendirikan prasarana dan sarana pertanian yang diperlukan untuk mengembangkan usaha tani;
c. Memberikan kepastian usaha untuk petani dan usaha tani;
d. Melindungi petani dari fluktuasi harga, pungutan dan biaya yang tidak diperlukan, dan gagal panen;
......